TNI Membawa Harapan Baru Anak Panti Asuhan Muhammadiyah

    TNI Membawa Harapan Baru Anak Panti Asuhan Muhammadiyah

    SURABAYA - Pagi itu, cahaya matahari mulai bersinar diikuti dengan dinginnya angin tipis menyitari halaman Panti Asuhan Muhammadiyah, Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Terdengar suara palu yang bersahutan dan langkah kaki yang hilir mudik, terselip sesuatu yang lebih dari sekadar pembangunan, ada secercah harapan sedang dirangkai, sedikit demi sedikit.

    ‎Sejak 1 April 2026, tempat ini tak lagi sama. Dinding-dinding lama yang dimakan usia menjadi rapuh, mulai disentuh tangan-tangan pekerja dengan penuh kesabaran. Tak hanya memperbaiki bangunan, pekerjaan itu untuk menghadirkan rasa layak bagi anak-anak sebagai rumah mereka.

    ‎Di sudut dapur terlihat sedang direnovasi, aroma kayu dan semen bercampur dengan cerita-cerita sederhana. Dapur itu kelak bukan hanya ruang memasak, tetapi tempat di mana kehangatan akan tumbuh dari sepiring nasi, dengan tawa yang mengiringi makan bersama.

    ‎Ruang rekreasi yang dulu sederhana kini perlahan berubah. Akan ada tempat bagi mereka untuk tertawa lebih lepas, bermain tanpa batas, dan sejenak melupakan kerasnya kenyataan hidup yang pernah mereka lalui.

    ‎Di sisi lain, pembangunan kamar mandi dan tempat wudhu menjadi simbol kecil dari perhatian terhadap martabat. Ada hal yang nampak sederhana, namun bagi anak-anak, renovasi itu sebagai bentuk kepedulian yang nyata bahwa mereka berhak atas kenyamanan, atas kebersihan, atas hidup yang lebih baik.

    ‎Tak jauh dari sana, rangka besi untuk sarana olahraga perlahan mulai didirikan. Ruangan itu akan menjadi ruang untuk menyehatkan tubuh anak-anak, menumbuhkan percaya diri, dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan.

    ‎Kegiatan ini dipimpin Kasiter Korem 084/BJ Kolonel Inf Ivan Alva didampingi Kaur Bakti TNI Seter Kodim Surabaya Kapten Inf Didik Prasetyo dan Wadanramil 0830-14/Sawahan Kapten Kav Mujiyono bersama 12 personel TNI.

    ‎Mereka bekerja tanpa banyak kata, namun penuh makna. Setiap ayunan palu dan adukan semen, seolah membawa pesan bahwa kepedulian tak selalu harus diucapkan, kadang cukup ditunjukkan.

    ‎Kasiter menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk investasi masa depan bangsa.

    ‎"Yang dibangun di sini bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga harapan dan kepercayaan anak-anak. Kami ingin mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa masa depan mereka berharga dan harus diperjuangkan, " ujarnya, Senin (04/05/2026).

    ‎Di sela-sela kegiatan, anak-anak panti diajak berbincang tentang wawasan kebangsaan, mencintai tanah air, dikenalkan bahaya narkoba, hingga diberikan pemahaman bijak dalam menggunakan media sosial, semua disampaikan dengan pendekatan yang hangat dan membangun.

    ‎"Terima kasih Bapak Tentara, kami senang sekali rumah kami diperbaiki. Terima kasih ya Pak, " ucap Ardi, salah seorang anak panti.

    ‎Ketika bangunan ini nanti berdiri lebih kokoh, mungkin yang paling berubah bukanlah dindingnya, melainkan hati-hati kecil yang kini mulai percaya bahwa masa depan bisa diperjuangkan. (Penrem 084)

    surabaya
    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    Pangdam V/Brawijaya Dorong Kemandirian Ekonomi...

    Artikel Berikutnya

    Tinjau Tiga Desa,Danrem Kawal Ketat Pembangunan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Menjelang Penutupan TMMD Kodim Bangkalan, Rumah Pak Anis Hampir Rampung, Kebahagiaan Kian Terasa
    Dir Binter Ster TNI Tinjau TMMD di Slempit, Sinergi Bangun Desa Kian Nyata
    Aroma Aspal Panas di Desa Slempit, Warga Tersenyum Bangga ‎
    Keluhan Petani Slempit Soal Akses Jalan Terjawab Oleh Satgas TMMD
    Akses Pertanian Warga Slempit Kini Lebih Mudah Berkat TMMD

    Ikuti Kami